Jumat, 15 April 2022

Proses memasukkan iso Windows 7 ke virtual box Dan Keunggulan virtual box

VirtualBox adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Sun Microsystems yang sekarang menjadi bagian dari Oracle. Virtualbox adalah aplikasi yang bisa mensimulasikan komputer standalone yang pada dasarnya adalah aplikasi virtualisasi cross-platform.

Contohnya, kita bisa menjalankan Windows Server 2008 pada Linux Server, jalankan Linux di Windows pc, dan sebagainya. Pada virtualbox juga, kita bisa menginstall mesin virtual sesuka hati kita. Batasan dari jumlah mesin virtual yang terpasang hanyalah pada ruang disk dan memori pc.

Proses instalasinya :

Sebelum Anda menginstall Windows 7 di VirtualBox, Anda harus memenuhi beberapa syarat terlebih dahulu. Pertama Anda harus menginstall aplikasi VirtualBox terlebih dahulu. Kemudian Anda harus mendownload file ISO Windows 7 dikomputer Anda. Setelah itu klik Baru


Kemudian masukkan nama sistem operasi Anda. Disini saya menamakannya dengan Windows 7. Selanjutnya klik tombol Lanjut.



Berilah ukuran penyimpanan untuk sistem operasi Anda. Kemudian klik tombol Lanjut.



Kemudian disini Anda diminta untuk membuat virtual Hard Disk. Klik opsi Buat hard disk virtual sekarang . Kemudian klik tombol Buat.
Selanjutnya berilah tipe hard disk yang akan Anda gunakan. Pilih saja VDI (VirtualBox Disk Image). Lalu klik tombol Lanjut.

Setelah itu klik opsi Dialokasikan secara dinamik. Kemudian klik tombol Lanjut.

Pilihlah lokasi file yang akan digunakan untuk sistem operasi dan Anda dapat memberikan ukurannya juga. Jika sudah maka klik tombol Buat.


Kemudian klik tombol Mulai untuk memulai menjalankan virtual machine Windows 7.

Disini anda harus memasukkan file iso windows 7, kalau sudah klik Mulai.

Dan begitulah proses untuk memasukkan iso windows 7 ke virtual box.

Tentu dengan menggunakannya, kita bisa mendapatkan manfaat yang besar hanya dari aplikasi yang menyajikan virtualisasi. Keunggulan dari VirtualBox:

- Menjalankan beberapa sistem operasi secara bersamaan

VirtualBox memungkinkan kita untuk menjalankan lebih dari satu OS pada waktu yang sama. Anda dapat menjalankan software yang hanya bisa dijalankan satu OS saja. Misalnya software khusus untuk Windows yang bisa dijalankan di Linux atau Mac tanpa harus reboot.

- Instalasi software yang mudah

Vendor dari software rata-rata menggunakan mesin virtual untuk dapat mengirimkan seluruh konfigurasi dari sofware tersebut. Misalnya memasang solusi untuk server email pada mesin atau perangkat yang nyata tentu merupakan kegiatan yang membosankan. Tapi dengan VirtualBox, semuanya bisa dikemas dalam mesin virtual dan juga menjadi lebih menarik.

- Infrasturktur menjadi efektif

Virtualisasi seperti ini dapat secara signifikan mengurangi hardware dan juga biaya listrik. Seringkali, komputer saat ini hanya menggunakan sebagian kecil dari potensi yang sebenarnya. Nah dengan menggunakan VirtualBox ini, kita bisa memaksimalkan hardware untuk menjalankan beberapa komputer yang tentunya menghemat sumber daya listrik.

Senin, 21 Maret 2022

BIOS

 


BIOS ( Basic Input Output System ) adalah sebuah sistem dasar pada sebuah komputer yang berfungsi sebagai pengatur proses input dan output data pada sebuah komputer, program ini memiliki peran sebagai pengatur fungsi – fungsi dari perangkat keras komputer sehingga bisa dibilang program BIOS merupakan program dasar yang terdapat pada sistem komputer. BIOS sendiri memiliki peran yang cukup penting pada sistem komputer. Tanpa adanya sistem BIOS, komputer tidak akan dapat beroperasi secara normal dan bahkan tidak dapat hidup sama sekali.

Meskipun program ini merupakan program penting dalam sebuah sistem komputer, banyak dari pengguna komputer yang tidak mengetahuinya. Hal ini dikarenakan jarang sekali pengguna komputer yang mengoperasikannya, terkecuali apabila komputer tersebut mengalami masalah atau akan melakukan instalasi sistem operasi. Selain itu program BIOS tidak tersimpan pada Harddisk komputer seperti halnya jenis software – software komputer lainnya, akan tetapi disimpan dalam sebuah Chip pada Mainboard yang disebut dengan ROM.

Fungsi BIOS pada Komputer

Salah satu tugas utama yang dilakukan oleh BIOS adalah mengatur tahap awal proses startup sekaligus memastikan bahwa sistem operasi benar-benar telah dimuat ke dalam memory. Selain itu, BIOS berfungsi melakukan hal-hal berikut ini :

1. Menjalankan Perintah Power On Self Test (POST)

Salah satu yang harus kita lakukan sebelum menginstall sistem operasi pada komputer adalah dengan melakukan pengecekan beberapa perangkat yang ada pada komputer.

Selain itu, BIOS juga dapat memberikan informasi mengenai spesifikasi perangkat keras yang terdapat pada motherboard.

2. Mengatur Konfigurasi Dasar pada Komputer

Umumnya, BIOS mengatur konfigurasi terhadap perangkat lain berdasarkan fungsinya masing-masing.

Pengaturan konfigurasi ini biasanya dimanfaatkan oleh beberapa orang terutama gamer untuk meningkatkan kinerja/ performa suatu komputer atau yang sering disebut dengan overclocking.

3. Memberikan Informasi Dasar pada Komputer

Selain menjalankan perintah POST dan mengatur konfigurasi dasar pada komputer, BIOS juga bertugas memberikan informasi dasar mengenai bagaimana interaksi tiap-tiap perangkat penting yang terdapat pada komputer seperti drive dan memory yang nantinya bertugas memuat sistem operasi.

Komponen-Komponen pada BIOS

Agar BIOS dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Maka dibutuhkan beberapa komponen pendukung antara lain :
1. Program BIOS Setup

Program ini berfungsi untuk mengubah konfigurasi komputer seperti tipe hard disk, disk drive, manajemen daya, kinerja komputer, dan lain-lain sesuai keinginan user.

Umumnya BIOS menyembunyikan detail-detail perangkat yang bisa dibilang cukup rumit, jadi perlu sedikit keahlian jika kita ingin mengetahui lebih dalam mengenai detail-detail perangkat tersebut.

2. Driver

Fungsi dari driver ini ditujukan untuk perangkat-perangkat keras komputer seperti VGA, input device, processor dan beberapa perangkat lainnya untuk sistem operasi dasar 16 bit yang merupakan keluarga dari DOS.

3. Program Bootstraper Utama
Program inilah yang berperan dalam proses booting ke dalam sistem operasi yang telah kita install sebelumnya.

Bagaimana Cara Kerja BIOS ?

Awalnya BIOS melakukan proses inisialisasi dimana dalam proses tersebut pengguna bisa melihat spesifikasi komputer seperti jumlah memory, jenis dan kapasitas harddisk, informasi mengenai kartu VGA dan lain-lain.

Selain itu, BIOS juga melakukan pengecekan terhadap device ROM lainnya, seperti harddisk dan melakukan pengetesan terhadap RAM.

Setelah semua pengetesan dan pengecekan terhadap perangkat selesai, langkah selanjutnya yang harus dilakukan BIOS adalah mencari lokasi booting untuk memasuki sistem operasi yang telah terinstall.


Minggu, 04 April 2021

Tugas Rangkuman Sistem Basis Data

                                  DATABASE RELATIONAL

 

Relational Database

Relational Database adalah suatu model database yang disajikan dalam bentuk tabel.

Model ini pertama kali diperkenalkan oleh E.F.Codd pada bulan Juni 1970 dalam sebuah paper berjudul :

 "A Relational Model of Data for Large Shared Data Banks"

 

Tujuan Relational Database :

·                     Untuk menekankan kemandirian data

·                     Menghilangkan inkonsistensi dan redudansi data menggunakan konsep normalisasi

·                     Meningkatkan kemampuan akses data

Characteristic Relational Database

·                      Stuktur Tabular

·                      Satu bahasa digunakan untuk semua pemakai

·                      Data dihubungkan melalui nilai data

Contoh : 

Model Data Relasional mengandung 3 komponen inti :

Integritas data adalah menjamin konsistensi data terhadap semua konstrain yang diberlakukan terhadap data tersebut, sehingga memberikan jaminan keabsahan data itu sendiri

 

·                     Struktur data

(data diorganisasi dalam bentuk tabel)

Contoh :

·                     Manipulasi data

(menggunakan SQL)

·                     Integritas data

(Menjamin konsistensi data)

 

Struktur Data

Struktur berbentuk tabel data dua dimensi

Contoh

Struktur yang baik adalah relasi yang mengandung redundansi minimal dan mengijinkan pengguna untuk menyisipkan, memodifikasi serta menghapus baris-baris tanpa menimbulkan kesalahan.

 

Batasan Integritas Data

Domain Atribut

·                     Setiap nilai yang disimpan dalam kolom sebuah relasi harus memiliki jangkauan nilai yang samaAturan Integritas

Aturan Integritas

·                     Aturan yang menjamin setiap atribut primary key bernilai valid (unik dan bukan null)

Referensial Integrity 

·                     Referensial Integrity Garis yang menghubungkan antara satu tabel dengan tabel lain

Contoh Domain atribut & Aturan Integritas

Contoh Integritas Refensial

Life Cycle Database

 

Daur Hidup (Life Cycle) yang Umum dari Aplikasi Basis Data

·                     Systems Definition

·                     Database Design

·                     Implementation

·                     Loading/Data Convertion

·                     Konversi Aplikasi

·                     Testing & Validasi

·                     Operations

·                     Control & Maintenance

 

Implementasi

·                     membuat basis data

·                     membuat program aplikasi

 

Loading/ Konversi Data

memasukkan data ke dalam basis data

mengkonversi file yang sudah ada ke dalam format basis data dan kemudian memasukkannya dalam basis data

 

Konversi Aplikasi

Semua aplikasi dari sistem sebelumnya dikonversikan ke dalam sistem basis data.

 

Testing dan Validasi

Sistem yang baru harus ditest dan divalidasi (diperiksa keabsahannya).

 

 

 

Proses Design Basis Data (cont’d)

 

“ Keenam phase dalam proses design tidak perlu dilaksanakan secara mutlak, mungkin ada umpan balik antar phase dan dalam masing-masing phase”

 

Proses design terdiri dari dua proses yang paralel yaitu:

·                     proses design dari data dan struktur dari basis data (data driven)

·                     proses design dari program aplikasi dan pemrosesan basis data (process driven)

 

Mengapa Harus Paralel

Karena kedua proses tersebut saling bergantungan.

 

Contoh:

Menentukan data item yang akan disimpan dalam basis data tergantung dari aplikasi basis data tersebut, juga dalam menentukan struktur dan akses path.

 

Design dari program aplikasi tergantung dari struktur basis datanya.

Biasanya condong ke salah satu

 

Phase 1: Pengumpulan Data &  Analisa Requirement

Pengidentifikasian group pemakai dan area aplikasi

Penelitian kembali dokumen-dokumen yang sudah ada yang berhubungan dengan aplikasi à form, report, manual, organization chart, dsb

Analisa lingkungan operasi dan kebutuhan dari pemrosesan, seperti tipe transaksi, input/output, frekuensi suatu transaksi, dsb

Transfer informasi informal ke dalam bentuk terstruktur menggunakan salah satu bentuk formal dari requirement specification (bentuk diagram) seperti Flow Chart, DFD, UML Diagram, dll. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan kekonsistenan, ketepatan, dan kelengkapan dari spesifikasi.

 

Phase 2: Design Conceptual

 

Phase 2A: Design Conceptual Schema

·                     High level data model, bukan implementation-level data model

·                     Memberikan gambaran yang lengkap dari struktur basis data yaitu arti, hubungan, dan batasan-batasa

·                     Conceptual schema bersifat tetap

·                     Alat komunikasi antar pemakai basis data, designer, dan analis

 

Phase 3: Pemilihan DBMS

 

Pemilihan DBMS ditentukan oleh sejumlah faktor antara lain:

 

1.             faktor teknis: storage, akses path, user interface, programmer, bahasa query, data models

2.             faktor ekonomi: software, hardware, maintenance, training, operasi, konversi, teknisi, dll

3.             faktor organisasi: kompleksitas, data, sharing antar aplikasi, perkembangan data, pengontrolan data

 

Phase 4: Mapping dari Data Model

 

·                     Memetakan conceptual model ke dalam DBMS

·                     Menyesuaikan schema dengan DBMS pilihan

·                     Hasil pemetaan biasanya berupa DDL

 

Phase 5: Physical Design

Struktur storage, akses path untuk mendapatkan performance yang baikKriteria baik dapat dilihat dari:

response time

pemakaian storage

throughput (jumlah transaksi per unit waktu)Perlu tuning untuk memperbaiki performance berdasarkan statistik pemakaian

 

Phase 6: Implementasi Sistem Basis Data

·                     DDL dan SDL dari DBMS dikompilasi membentuk schema basis data dan basis data yang masih kosong

·                     Basis data dapat dimuati (di-load) dari sistem yang lama

·                     Transaksi dapat diimplementasikan oleh program aplikasi dan dikompilasi Siap dioperasikan

SOFTWARE REQUIREMENTS SPECIFICATION APLIKASI UNTUK SISTEM INFORMASI AKADEMMIK MAHASISWA

Sistem Informasi Akademik     TEKNOKRAT   NAMA ANGGOTA       :                        ARYUDA                                                ...